JAKARTA – Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM) Universitas Majalengka memilih mengedepankan jalur dialog dalam merespons rencana aksi lanjutan mahasiswa yang akan berlangsung, Selasa (5/5/2026).
Ketua Pengurus YPPM, Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, menyatakan pihaknya telah menugaskan Rektor untuk menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa.
Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk keterbukaan kampus dalam menyerap aspirasi secara konstruktif di tengah dinamika yang berkembang.
“Penyampaian pendapat merupakan hak mahasiswa, namun harus dilakukan secara tertib, damai, dan sesuai aturan,” ujar YPPM dalam pernyataan resminya.
Meski membuka ruang dialog, YPPM menegaskan tidak akan mentolerir tindakan yang melanggar hukum, merusak fasilitas, maupun mengganggu stabilitas kampus.
YPPM juga memastikan seluruh kebijakan strategis di lingkungan UNMA, termasuk penyempurnaan statuta, dilakukan sesuai mekanisme yang sah, profesional, dan akuntabel.
Selain itu, mahasiswa diimbau agar tidak mengganggu proses akademik serta menjaga ketertiban umum selama menyampaikan aspirasi.
YPPM mengajak seluruh civitas akademika untuk menahan diri dan mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan perbedaan pandangan.
Dengan pendekatan dialogis ini, YPPM berharap situasi kampus tetap kondusif dan setiap persoalan dapat diselesaikan tanpa mengganggu keberlangsungan pendidikan.
