Nasional

‎Gelar Subhakti Bawa Pembelajaran DVI FKG Unimus ke Forum Dunia

‎Gelar Subhakti Bawa Pembelajaran DVI FKG Unimus ke Forum Dunia

‎JAKARTA – Keterbatasan pakar odontologi forensik di Indonesia mendorong Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Semarang (FKG Unimus) memperkuat pembelajaran Disaster Victim Identification (DVI) melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Jakarta.‎‎

Kolaborasi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran langsung kepada mahasiswa, khususnya dalam memahami penerapan kedokteran gigi forensik pada proses identifikasi korban bencana.

‎‎Kepala Departemen Radiologi dan Forensik Kedokteran Gigi FKG Unimus, drg. Gelar Subhakti Ramdhani, Sp.RKG, mengatakan keterbatasan tenaga pengajar dengan kualifikasi spesialis odontologi forensik masih menjadi salah satu tantangan dalam proses pendidikan.‎‎

“Pakar odontologi forensik atau forensik kedokteran gigi di Indonesia masih sangat kekurangan. Di FKG Unimus sendiri belum memiliki dosen dengan kualifikasi dokter gigi spesialis odontologi forensik,” ujar Gelar, Kamis (17/9/2026).‎‎

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena mahasiswa pendidikan profesi atau koas perlu memiliki pemahaman mengenai konsep maupun pelaksanaan DVI sebagai bagian dari kompetensi kedokteran gigi forensik.‎‎

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, FKG Unimus menggandeng RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri sebagai mitra pembelajaran.‎‎

Kegiatan yang dilaksanakan pada akhir Agustus 2025 itu melibatkan sekitar 40 mahasiswa pendidikan profesi FKG Unimus. Para mahasiswa mengikuti rangkaian pembelajaran selama tiga hari di Jakarta.

‎‎Materi pembelajaran diberikan oleh pakar odontologi forensik, Kombes Pol. drg. Ahmad Fauzi, M.M., GDFO., Sp.OF., Subsp.IOF (K), yang memiliki pengalaman dalam kegiatan odontologi forensik di dalam maupun luar negeri.‎‎

Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui teori. Mahasiswa juga mengikuti praktik, sharing pengalaman, serta diskusi mengenai pelaksanaan DVI bersama para pakar.‎‎

Gelar mengatakan efektivitas pembelajaran tersebut juga dievaluasi secara kuantitatif. Mahasiswa diberikan kuesioner untuk mengukur kemampuan dan pengetahuan sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan.

‎‎“Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dan pengetahuan mahasiswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran DVI tersebut,” katanya.‎‎

Program kolaborasi antara FKG Unimus dan Pusdokkes Polri tersebut kemudian mendapat kesempatan untuk dipresentasikan dalam forum internasional International Organization of Forensic Odonto-Stomatology (IOFOS) di Lisbon, Portugal.

‎‎Pada 11 September 2026, Gelar mewakili Indonesia untuk mempresentasikan secara langsung program pembelajaran DVI tersebut dalam forum internasional tiga tahunan IOFOS.‎‎

Dalam presentasinya, Gelar memaparkan pengalaman FKG Unimus dalam mengembangkan pembelajaran kedokteran gigi forensik melalui kolaborasi dengan RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri.‎‎

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya FKG Unimus dalam memberikan akses pembelajaran kepada mahasiswa terhadap pengetahuan dan pengalaman praktis dari pakar odontologi forensik.‎‎

Program yang awalnya dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pembelajaran mahasiswa di Semarang tersebut selanjutnya menjadi bahan berbagi pengalaman mengenai model kolaborasi pendidikan antara perguruan tinggi dan institusi kepolisian dalam penguatan kompetensi kedokteran gigi forensik di forum internasional.