Lombok – Pemulihan masyarakat pascakejadian tidak hanya membutuhkan dukungan terhadap aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga upaya menjaga keberlanjutan aktivitas sosial serta warisan budaya yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Berangkat dari komitmen tersebut, PT Jasaraharja Putera menghadirkan dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bantuan alat tenun gedokan bagi masyarakat Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam program tersebut, PT Jasaraharja Putera memberikan 25 unit alat tenun gedokan kepada masyarakat Desa Adat Sade. Bantuan tersebut diberikan secara langsung oleh Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris dan diterima oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, serta disaksikan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana dan Asisten Deputi Pegembangan Pariwisata Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Herfan Brilianto Mursabdo.
Bantuan alat tenun gedokan ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan aktivitas masyarakat Desa Adat Sade sekaligus menjaga tradisi menenun yang telah menjadi bagian dari warisan budaya lokal. Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong proses pemulihan masyarakat setelah terjadinya kebakaran yang berdampak terhadap aktivitas dan kehidupan masyarakat di kawasan Desa Adat Sade.
Direktur Utama PT Jasaraharja Putera mengatakan, dukungan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan untuk hadir bersama masyarakat, tidak hanya dalam menghadapi risiko, tetapi juga dalam proses pemulihan dan penguatan kembali kehidupan masyarakat setelah terjadi suatu peristiwa. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Jasaraharja Putera memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Bantuan alat tenun ini bukan sekadar dukungan terhadap sarana aktivitas masyarakat, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi menenun agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Inilah bagian dari komitmen kami untuk terus Melayani Sepenuh Hati serta tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya.
Tradisi menenun di Desa Adat Sade memiliki nilai budaya sekaligus menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat pemulihan dan sustainability
(Keberlanjutan) masyarakat dan menjaga identitas budaya lokal yang menjadi daya tarik penting Desa Adat Sade sebagai destinasi pariwisata.
Ke depan, PT Jasaraharja Putera akan terus mendorong berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan, dengan mengedepankan semangat kolaborasi serta keberlanjutan. Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, perusahaan berkomitmen untuk terus hadir, tumbuh, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta mendukung terciptanya ekosistem pariwisata Indonesia yang berkelanjutan.
Tentang JRP Insurance Jasaraharja Putera atau JRP Insurance, merupakan anak Perusahaan dari Jasa Raharja dan tergabung dalam Holding BUMN Asuransi, Penjaminan dan Investasi Indonesia Financial Group (IFG), lahir dan tumbuh sebagai asuransi umum terkemuka di Indonesia selama lebih dari 32 tahun. Memulai bisnisnya sebagai pelopor surety bond dan asuransi liability di Indonesia, JRP Insurance memperkuat strategi bisnisnya melalui refocusing dan pengembangan digital retail yang menyediakan kebutuhan produk dan layanan asuransi secara end to end dan seamless kepada masyarakat.
