Daerah

Jasa Raharja Perkuat Edukasi IWKL Bersama BUMKal Parangtritis

Jasa Raharja Perkuat Edukasi IWKL Bersama BUMKal Parangtritis

Bantul — PT Jasa Raharja melalui Samsat Bantul melaksanakan kegiatan Customer Relationship Management (CRM) terkait Iuran Wajib Kendaraan Laut (IWKL) di BUMKal Parangtritis, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Jasa Raharja dalam memperkuat sinergi dengan mitra sekaligus mendorong kepatuhan terhadap kewajiban pembayaran IWKL.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan kunjungan dan pemantauan langsung terhadap kondisi di lokasi usaha. Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi cuaca saat kunjungan sedang disertai angin kencang dan gelombang tinggi sehingga tidak terdapat aktivitas operasional perahu maupun jetski di lokasi.

Selain melakukan pemantauan, kegiatan CRM menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan hubungan kerja yang berkelanjutan dengan mitra. Namun, pada saat kunjungan berlangsung, petugas tidak menemukan pengelola berada di lokasi usaha sehingga koordinasi terkait kewajiban IWKL belum dapat dilakukan secara langsung.

Jasa Raharja tetap berkomitmen melakukan pendekatan secara berkelanjutan kepada mitra guna meningkatkan pemahaman mengenai kewajiban IWKL. Kegiatan pemantauan lapangan juga menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi operasional usaha dapat diketahui secara aktual sebagai bahan tindak lanjut berikutnya.

Melalui kegiatan CRM, Jasa Raharja berupaya menjaga hubungan baik dengan mitra sekaligus mendorong tertib administrasi dan kepatuhan terhadap kewajiban IWKL. Koordinasi lanjutan akan dilakukan sesuai dengan kondisi dan ketersediaan pihak pengelola di lapangan.Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Jasa Raharja dan BUMKal Parangtritis serta mendukung peningkatan kepatuhan mitra dalam memenuhi kewajiban IWKL.

Ratih Prima MH selaku PJ Samsat Bantul menyampaikan bahwa kegiatan CRM IWKL di BUMKal Parangtritis merupakan bagian dari upaya Jasa Raharja untuk menjaga komunikasi dan meningkatkan kepatuhan mitra terhadap kewajiban IWKL. “Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat secara langsung kondisi usaha sekaligus memastikan koordinasi dengan mitra dapat terus terjalin dengan baik,” ujarnya.

Menurut Ratih, kondisi lapangan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan CRM. “Saat kami melakukan kunjungan, kondisi di Parangtritis sedang mengalami angin kencang dan gelombang tinggi sehingga tidak ada perahu maupun jetski yang beroperasi. Kami juga belum dapat bertemu dengan pengelola usaha karena tidak berada di lokasi saat kunjungan,” jelasnya.

Ratih menambahkan bahwa hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan untuk tindak lanjut berikutnya. “Kami akan tetap melakukan koordinasi kembali dengan pihak BUMKal Parangtritis pada kesempatan berikutnya. Harapannya, komunikasi yang terjalin dapat semakin baik sehingga pemahaman dan kepatuhan mitra terhadap kewajiban IWKL dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya.