JAKARTA – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka dan BAZNAS Kabupaten Majalengka atas komitmen kuat dalam membangun ekosistem zakat yang profesional melalui kolaborasi nyata antara pemerintah daerah, BAZNAS, dunia usaha, dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua BAZNAS RI saat menerima kunjungan silaturahmi Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana beserta rombongan di Ruang Rapat Lantai 4 Gedung BAZNAS RI, Jalan Matraman Raya No.134, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).
Pada kesempatan itu, Ketua BAZNAS RI menyampaikan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Majalengka terhadap BAZNAS merupakan contoh kolaborasi yang patut diapresiasi karena telah diwujudkan dalam bentuk kebijakan, regulasi, hingga implementasi program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
”Tidak semua pemerintah daerah mampu memberikan dukungan kepada BAZNAS hingga ke tataran teknis. Apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Majalengka merupakan langkah yang sangat baik dan layak menjadi inspirasi bagi daerah lainnya,” ungkap ketua Baznas RI.
Sodik menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak dapat dilakukan oleh BAZNAS sendiri, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dunia usaha, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.
Tak lupa juga, BAZNAS RI memperkenalkan 13 Program Prioritas Nasional 2026–2031 yang merupakan arah kebijakan BAZNAS Tahun 2026–2031 yang baru saja disosialisasikan kepada seluruh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia.
“Seluruh program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung agenda nasional pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat,” ungkapnya.
Adapun 13 Program Prioritas tersebut meliputi: BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendekia BAZNAS, Rumah Sehat BAZNAS dan Kartu Sehat BAZNAS, Rumah Layak Huni BAZNAS, Bantuan Permodalan Berbasis Masjid dan Majelis Taklim, Rumah Terang BAZNAS, BAZNAS Balai Ternak, Lumbung Pangan BAZNAS, Mualaf Center BAZNAS, Sekolah dan Pesantren Layak Belajar BAZNAS, Air Bersih BAZNAS, Bank Sampah BAZNAS
Sodik Mujahid juga menjelaskan bahwa seluruh program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan sesaat, tetapi juga dirancang untuk membangun kemandirian mustahik sehingga mampu meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.
Dalam dialog yang hangat itu, Ketua BAZNAS RI mendorong Pemda dan Baznas Majalengka untuk terus berinovasi dan berkreasi ditengah kemampuan fiskal daerah yang dimiliki.
“Kami mengingatkan bahwa keterbatasan kemampuan anggaran dan tingginya kebutuhan program di berbagai daerah di Indonesia, pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kesiapan program,” ucapnya.
Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara BAZNAS RI dengan BAZNAS Kabupaten Majalengka terus terjalin secara intensif agar setiap peluang program nasional dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kami melihat berbagai inovasi yang telah dikembangkan BAZNAS Kabupaten Majalengka, mulai dari penguatan regulasi daerah, pemberdayaan ekonomi umat, pengembangan jaringan UPZ hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta sudah sangat baik,” tuturnya.
Menurutnya, inovasi merupakan kunci utama agar pengelolaan zakat mampu memberikan dampak yang semakin luas bagi masyarakat.
”Teruslah berinovasi, teruslah melayani umat dengan sepenuh hati. Semoga kolaborasi yang telah terjalin semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tandasnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS RI, Pemerintah Kabupaten Majalengka, dan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pembangunan sosial keagamaan menuju Kabupaten Majalengka yang semakin maju, sejahtera, dan Langkung Sae.
