JAKARTA – Himpunan Mahasiswa Majalengka (HIMMAKA) Cirebon mengubah konsep bakti sosial menjadi program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Baksos HIMMAKA Berdaya di Desa Singawada, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.
Program yang berlangsung pada 22 Juni hingga 5 Juli 2026 itu dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui pendampingan di berbagai sektor.
Selama dua pekan, puluhan mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan, lingkungan, ekonomi, keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan warga sebagai pelaku utama pembangunan desa.
Ketua Umum HIMMAKA Cirebon, Arfi Muhammad Fajar, mengatakan program tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, konsep Baksos HIMMAKA Berdaya sengaja disusun agar manfaatnya tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat.
“Kami ingin pengabdian ini memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Karena itu masyarakat kami libatkan sebagai subjek utama dalam setiap program yang dijalankan,” ujar Arfi.
Berbagai kegiatan telah dilaksanakan selama program berlangsung, di antaranya edukasi lingkungan bersama Dinas Lingkungan Hidup, edukasi pendidikan bersama Dinas Pendidikan, serta kegiatan kreatif yang melibatkan anak-anak dan masyarakat desa.
Kepala Desa Singawada, Hj. Neneng Arnengsih, mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang dinilai membawa semangat baru bagi pembangunan desa.
Ia berharap kolaborasi tersebut mampu memberikan solusi terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk pengelolaan sampah.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina HIMMAKA Cirebon, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag., menegaskan mahasiswa harus menjadi pendamping masyarakat, bukan mengambil alih peran warga dalam pembangunan desa.
“Mahasiswa hadir untuk berjalan bersama masyarakat, menggali potensi desa, serta membantu menemukan solusi atas berbagai persoalan yang ada sehingga masyarakat mampu melanjutkannya secara mandiri,” katanya.
Ketua Ikatan Alumni HIMMAKA Cirebon, Jejep Falahul Alam, menambahkan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari meningkatnya partisipasi masyarakat, lahirnya kader penggerak desa, serta terbangunnya kemitraan berkelanjutan antara HIMMAKA dan Pemerintah Desa Singawada.
