Nasional

Kunjungan Ke Muhammadiyah Majalengka, Wamendikmen RI Sebut Revitalisasi di Jabar Capai Rp 1,5 Triliun

Wamendikmen RI bersama Bupati Majalengka dan Pengurus Muhammadiyah Majalengka

Kunjungan Ke Muhammadiyah Majalengka, Wamendikmen RI Sebut Revitalisasi di Jabar Capai Rp 1,5 Triliun

Jakarta – Provinsi Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah sekolah terbanyak yang menerima program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Dikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, saat kunjungan ke Muhammadiyah Majalengka, Selasa (21/4/2026).

Fajar mengatakan, pada tahun 2025 anggaran revitalisasi sekolah untuk Jawa Barat mencapai hampir Rp1,5 triliun. Besarnya alokasi tersebut disebabkan banyaknya sekolah di wilayah tersebut yang membutuhkan perbaikan.

“Jawa Barat ini termasuk yang paling banyak. Untuk tahun lalu, revit-nya hampir Rp1,5 triliun, karena memang banyak sekolah di Jawa Barat yang butuh perhatian,” ujar Fajar.

Untuk program tahun 2026, ia mengaku belum mengetahui secara rinci alokasi khusus untuk Jawa Barat. Namun secara nasional, pemerintah menargetkan revitalisasi terhadap sekitar 71 ribu sekolah.

Menurutnya, program tersebut membutuhkan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp80 hingga Rp90 triliun dan saat ini masih dalam proses penghitungan oleh Kementerian Keuangan. “Pak Presiden minta dialokasikan untuk 71 ribu sekolah. Perkiraan anggarannya sekitar Rp80 sampai Rp90 triliunan,” katanya.

Fajar menjelaskan, estimasi tersebut mengacu pada realisasi tahun sebelumnya, di mana anggaran Rp16,9 triliun digunakan untuk memperbaiki sekitar 16 ribu sekolah.

Ia memastikan, meskipun kondisi ekonomi tengah bergejolak, komitmen pemerintah terhadap program revitalisasi sekolah tidak mengalami penurunan. Bahkan, jumlah sekolah yang diperbaiki justru meningkat signifikan. “Tahun lalu sekitar 16 ribu sekolah, tahun ini menjadi 71 ribu. Ini peningkatan yang cukup besar,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan program revitalisasi ini berlanjut hingga 2029 dengan sasaran sekitar 300 ribu sekolah di seluruh Indonesia. “Harapannya sampai 2029 hampir semua sekolah bisa diperbaiki, karena total sekolah kita sekitar 300 ribu,” pungkasnya.