Jakarta – Musyawarah Cabang (Muscab) ke-X Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Majalengka yang digelar Minggu (19/4/2026) menitikberatkan pada penguatan konsolidasi internal melalui mekanisme formatur.
Dalam forum tersebut, penentuan ketua DPC tidak dilakukan secara voting langsung oleh peserta Muscab, melainkan melalui lima orang formatur yang dipilih dari unsur DPC, Pimpinan Anak Cabang (PAC), DPW, dan DPP.
Ketua Pelaksana Muscab X, Andri, mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan telah rampung dan diikuti secara penuh oleh struktur partai.“Secara teknis pelaksanaan sudah siap. Insya Allah seluruh struktur partai hadir,” ujarnya.
Sebanyak 26 PAC dipastikan mengikuti Muscab, bersama badan otonom partai seperti GPK, AMK, WPP, dan GMPI. Sejumlah kyai serta pimpinan majelis partai juga turut dijadwalkan hadir.
Dari unsur PAC, perwakilan Argapura, Dedi, menyebut akan mengirimkan empat orang sebagai bagian dari formatur yang nantinya terlibat dalam penyusunan kepengurusan baru. “Kami berharap proses ini menghasilkan kepengurusan yang solid dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Meski keputusan berada di tangan formatur, dinamika internal mulai mengerucut. Nama Muh. Fajar Shidik disebut mendapat dorongan kuat dari sejumlah kader, termasuk dukungan terbuka dari mantan Ketua DPC PPP Majalengka, Ali Imron. “Saya mendukung agar M. Fajar kembali memimpin,” ujarnya.
Muscab X ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat soliditas internal PPP Majalengka dalam menghadapi agenda politik mendatang.
