Jakarta — Program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) yang digagas BAZNAS Kabupaten Majalengka mencatat capaian signifikan. Hingga Maret 2026, dana yang berhasil dihimpun dan dikembalikan ke sekolah-sekolah mencapai Rp400 juta.
Capaian tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Senin (13/4/2026).
“Dana yang terhimpun melalui program SIGAP tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga kami kembalikan ke sekolah untuk mendukung kegiatan pendidikan dan sosial,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, program SIGAP menyasar sekitar 300 sekolah tingkat SD, PAUD, dan TK di Kabupaten Majalengka. Melalui program ini, siswa diajak berpartisipasi dalam gerakan infak secara sukarela menggunakan kencleng yang disebar di lingkungan sekolah.
Menurutnya, selain sebagai sarana penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), program tersebut juga bertujuan membangun karakter kepedulian sosial sejak usia dini. “Ini adalah upaya edukasi agar anak-anak terbiasa berbagi dan memiliki empati terhadap sesama,” katanya.
Program SIGAP juga telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Bupati Nomor 92 Tahun 2025 dan menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan sosial keagamaan di Majalengka.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, menyambut baik capaian program tersebut. Ia mengapresiasi kontribusi BAZNAS dalam mendukung kegiatan pendidikan dan keagamaan di daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin. Program-program BAZNAS telah banyak membantu dan memberikan manfaat,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara Kemenag dan BAZNAS dapat terus diperkuat untuk mendukung program keumatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Majalengka.
