JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Majalengka mulai mempersiapkan pengelolaan sampah modern melalui program Waste to Energy (WTE) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Kabupaten Majalengka menjadi salah satu dari 12 kabupaten di Indonesia yang akan menerima program pembangunan fasilitas tersebut.
Kepastian itu diperoleh setelah Bupati Majalengka Eman Suherman bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wawan Sarwanto mengikuti rapat koordinasi di Kementerian Dalam Negeri, Jumat (26/6/2026).
Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan pembangunan fasilitas WTE akan menggunakan skema Bangun Guna Serah (Build-Operate-Transfer/BOT) selama 20 tahun dengan pola kerja sama Business to Business (B2B).
Menurutnya, nilai investasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun dengan target penyelesaian pembangunan selama 1,5 tahun hingga siap beroperasi.
“Program ini menjadi langkah strategis dalam menyelesaikan persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan,” kata Eman.
Ia menjelaskan, agar fasilitas dapat beroperasi secara optimal dibutuhkan pasokan sampah sedikitnya 600 ton per hari sebagai bahan baku pengolahan menjadi energi listrik.
Karena itu, dibutuhkan dukungan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.
Dalam pelaksanaannya, pengelolaan fasilitas Waste to Energy akan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai pengelola operasional.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Majalengka Wawan Sarwanto mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dengan mempersiapkan berbagai aspek teknis di lapangan.
“Kami akan menindaklanjuti hasil rakor dengan mempersiapkan teknis di lapangan bersama seluruh stakeholder agar program ini dapat berjalan sesuai rencana,” ujar Wawan.
Pemkab Majalengka menegaskan akan menyiapkan seluruh kebutuhan untuk mendukung realisasi program tersebut, sehingga pengelolaan sampah modern berbasis energi dapat segera terwujud dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.
