JAKARTA – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, mendorong generasi muda (Gen-Z) dan organisasi kepemudaan untuk memperkuat kemandirian ekonomi serta membangun kolaborasi lintas sektor.
Hal tersebut disampaikan saat silaturahmi bersama komunitas Sahabat Gibran (SAGI) di Kelurahan Majalengka Wetan. Dalam kesempatan itu, Agus menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai motor penggerak pembangunan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Organisasi pemuda harus hadir bukan hanya sekadar eksis, tetapi mampu membawa kemaslahatan yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Agus Asri Sabana, Selasa (02/06/2026) malam.
Selain itu, ia menilai pemuda memiliki peran strategis sebagai jembatan aspirasi antara masyarakat dengan pemangku kebijakan, khususnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Salah satu isu yang disoroti adalah akses layanan kesehatan, seperti kepesertaan BPJS Gratis (PBI) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
Agus mendorong komunitas SAGI untuk berperan aktif membantu masyarakat dalam mengatasi kendala tersebut melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Majalengka.
“Pemuda harus responsif terhadap persoalan di masyarakat, termasuk membantu mengurai kendala administrasi agar warga bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan baik,” katanya.
Di sisi lain, BAZNAS juga mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi ekonomi melalui wirausaha. SAGI diminta melakukan pemetaan potensi usaha di lingkungan komunitas maupun masyarakat sekitar.
Untuk mendukung hal tersebut, kolaborasi dengan sejumlah instansi dinilai penting, seperti Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) serta Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, guna membuka akses pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha.
Agus berharap sinergi antara pemuda, pemerintah, dan lembaga dapat menciptakan gerakan nyata dalam penanggulangan kemiskinan.
Langkah ini juga sejalan dengan misi BAZNAS dalam pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan upaya mewujudkan kemandirian umat dan pembangunan daerah menuju Majalengka yang lebih sejahtera dapat berjalan lebih optimal.
