Daerah

Tim Pembina Samsat Banjarmasin I Dorong Kesadaran Pajak, Gebyar Emas Disosialisasikan

Tim Pembina Samsat Banjarmasin I Dorong Kesadaran Pajak, Gebyar Emas Disosialisasikan

Banjarmasin – Tim Pembina Samsat Banjarmasin I melaksanakan Sosialisasi Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor sekaligus memperkenalkan program Gebyar Emas di Halaman Kantor BNN Kota Banjarmasin, Selasa (12/05/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor dan pembayaran pajak tepat waktu.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi terkait manfaat pajak kendaraan bagi pembangunan daerah serta informasi mengenai program Gebyar Emas. Program ini merupakan bentuk apresiasi kepada wajib pajak yang taat, di mana masyarakat yang melakukan pembayaran pajak kendaraan pada periode 1 Maret hingga 30 Juni 2026 berkesempatan memperoleh hadiah logam mulia atau emas melalui pengundian.

Petugas Operasional Tim Pembina Samsat Banjarmasin I menyampaikan bahwa pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi langkah efektif dalam meningkatkan kesadaran wajib pajak. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa kepatuhan pajak kendaraan bukan hanya kewajiban administrasi, tetapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Melalui program Gebyar Emas, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk membayar pajak tepat waktu,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi secara langsung terkait layanan Samsat dan program apresiasi yang sedang berjalan. Selain edukasi, petugas juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga tertib administrasi kendaraan sebagai bagian dari budaya disiplin berlalu lintas.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalimantan Selatan, Abdillah, menegaskan bahwa PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Selatan terus mendukung berbagai upaya peningkatan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor melalui kegiatan edukatif dan kolaboratif. “Sinergi antarinstansi menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat, sehingga tercipta budaya tertib administrasi kendaraan dan keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan,” ungkapnya.