Daerah

Jasa Raharja Kalimantan Barat Hadiri Rapat Penutupan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026

Jasa Raharja Kalimantan Barat Hadiri Rapat Penutupan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026

Pontianak – Jasa Raharja Kalimantan Barat turut menghadiri rapat penutupan Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 (1447 H) yang diselenggarakan pada Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak, dan dihadiri oleh berbagai instansi terkait yang terlibat dalam penyelenggaraan angkutan laut selama masa arus mudik dan balik Lebaran.

Rapat penutupan ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan Posko Angkutan Laut Lebaran yang telah berjalan selama periode angkutan Lebaran. Dalam forum tersebut, masing-masing stakeholder menyampaikan laporan serta evaluasi terkait pelaksanaan tugas di lapangan, termasuk aspek keselamatan, pelayanan kepada masyarakat, serta koordinasi antar instansi selama masa posko berlangsung.

Perwakilan Jasa Raharja Kalimantan Barat dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik antar instansi, sehingga penyelenggaraan angkutan laut selama Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Selain itu, Jasa Raharja juga menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan dasar kepada penumpang angkutan umum, khususnya angkutan laut, melalui jaminan asuransi kecelakaan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, dalam rapat tersebut juga dibahas berbagai capaian selama masa posko, termasuk tingkat keselamatan pelayaran, jumlah penumpang, serta penanganan terhadap potensi risiko kecelakaan. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan dan peningkatan pelayanan pada penyelenggaraan angkutan laut di masa mendatang.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026, yang selama ini berperan penting dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan Barat. Dengan berakhirnya masa posko, diharapkan koordinasi dan sinergi antar instansi tetap terjaga guna mendukung terciptanya keselamatan transportasi yang berkelanjutan.