Politik

Peran Ridwan Hisjam–Akbar Tandjung di Golkar Masih Diperhitungkan

Peran Ridwan Hisjam–Akbar Tandjung di Golkar Masih Diperhitungkan

Pembaruan struktur dan masuknya kader muda di Partai Golkar tidak otomatis menggeser peran tokoh senior. Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung masih dipandang sebagai figur penting dalam menjaga arah dan stabilitas politik partai.

Ridwan Hisjam merupakan kader Golkar dengan pengalaman panjang di parlemen. Lima periode menjadi anggota DPR membuatnya memahami dinamika politik nasional, termasuk perubahan pola komunikasi politik di era generasi muda.

Saat ini, peran Ridwan lebih banyak terlihat dalam penguatan komunikasi internal partai. Ia aktif menyampaikan pandangan strategis dan menjadi ruang diskusi bagi kader Golkar yang tengah berproses, khususnya generasi milenial yang mulai mengambil peran kepemimpinan.

Sementara itu, Akbar Tandjung memiliki posisi historis yang kuat di Golkar. Sebagai mantan ketua umum, kepemimpinannya pada masa transisi pascareformasi menjadi periode penting dalam menjaga keberlangsungan partai di tengah perubahan sistem politik.

Hubungan Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung terbangun dari kesamaan pandangan tentang pentingnya kesinambungan organisasi. Ridwan dikenal banyak menyerap nilai kepemimpinan Akbar, terutama dalam hal konsolidasi internal dan visi jangka panjang partai.

Kesamaan visi tersebut kembali terlihat dalam pertemuan di Akbar Tandjung Institute beberapa waktu lalu. Pertemuan itu membahas isu strategis, mulai dari penguatan internal hingga tantangan Golkar menghadapi perubahan politik nasional.

“Pengalaman dan pembaruan harus berjalan seiring agar Golkar tetap relevan,” ujar Ridwan Hisjam.

Pertemuan tersebut menegaskan bahwa regenerasi kader di tubuh Golkar perlu ditopang pengalaman politik yang matang. Di tengah perubahan yang cepat, kesinambungan dinilai penting agar partai tetap solid dan adaptif.

Dengan latar pengalaman panjang, Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung masih menjadi figur yang diperhitungkan. Peran keduanya menunjukkan bahwa pengalaman tetap memiliki ruang penting dalam menentukan arah Golkar ke depan.

Sumber RRI