Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Eka Chandra Buana, menyatakan transformasi belanja negara diarahkan ke program berdampak tinggi seperti Danantara dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, transformasi ini bertujuan agar belanja fiskal tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu memberikan daya ungkit ekonomi dan sosial yang terukur. Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Publik “Realokasi Anggaran untuk Pembangunan Strategis via Danantara & MBG” yang digelar Indef secara virtual, Kamis.
Dalam RPJMN 2025–2029, Danantara dan MBG ditetapkan sebagai program unggulan, khususnya di sektor pendidikan. Danantara berperan sebagai instrumen pembiayaan strategis yang mendorong investasi produktif dengan efek berganda dan spillover tinggi, sehingga melengkapi kebijakan fiskal pemerintah.
Sementara itu, MBG dipandang sebagai investasi sumber daya manusia lintas generasi. Program ini secara langsung meningkatkan status gizi anak, sementara dampak ekonominya akan terasa dalam jangka menengah dan panjang melalui peningkatan kemampuan belajar, produktivitas, dan pendapatan.
Eka Chandra menekankan realokasi anggaran menjadi kebijakan krusial dan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Untuk itu, Bappenas menggunakan pendekatan Overlapping Generation (OG) Model guna menilai dampak kebijakan lintas generasi.
Model tersebut memungkinkan analisis terhadap implikasi jangka panjang kebijakan fiskal, baik pada MBG maupun Danantara, termasuk dampaknya terhadap produktivitas, akumulasi modal, dan keberlanjutan fiskal.
Melalui optimalisasi Danantara dan MBG berbasis OG Model, Bappenas berharap pertumbuhan ekonomi dapat lebih inklusif, kualitas SDM meningkat lintas generasi, serta sistem fiskal menjadi lebih adil dan berkelanjutan.
