PT Pertamina melakukan uji coba teknologi Pertastream bersama PT Pindad di Bandung, Selasa (6/1/2026). Uji coba ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi energi nasional.
Teknologi Pertastream merupakan alat inspeksi pipa migas berbasis ultrasonik. Teknologi ini berfungsi untuk mendeteksi korosi dan retakan pada pipa secara akurat dan efisien.
Uji coba Pertastream dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan studi bersama pengembangan teknologi gas alam nasional. Kerja sama ini bertujuan mengurangi ketergantungan industri energi terhadap teknologi impor.
Pertastream dikembangkan melalui kolaborasi Pertamina, anak usaha Elnusa, dan PT Pindad. Inovasi ini menunjukkan kemampuan industri dalam negeri dalam menghasilkan teknologi inspeksi pipa migas secara mandiri.
Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan kemandirian teknologi menjadi kunci dalam menjaga keandalan infrastruktur energi nasional.
“Kemandirian teknologi adalah kunci menuju swasembada energi. Dengan Pertastream, infrastruktur pipa migas nasional dapat dipantau secara mandiri dan aman,” ujar Simon, Rabu (7/1/2026).
Selain uji coba, Pertamina dan Pindad juga menyepakati studi pengembangan aplikasi teknologi berbasis gas alam. Tahapan ini dilakukan secara non-komersial sebelum penerapan secara luas.
Simon menegaskan, kolaborasi ini tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi kepentingan bangsa dan negara.
Uji coba teknologi tersebut disaksikan Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, bersama jajaran manajemen kedua perusahaan.
Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. Menurutnya, kerja sama ini memperkuat peran industri nasional dalam mendukung kemandirian energi Indonesia.
