Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) melalui Danantara Investment Management (DIM) menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Kerja sama ini bertujuan mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
Melalui kesepakatan tersebut, DIM akan menjajaki peluang investasi pada proyek pembangkit listrik EBT yang dikembangkan anak usaha PLN, yakni PLN Nusantara Renewables dan PLN Indonesia Power Renewables.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan Danantara hadir sebagai institusi investasi strategis yang berorientasi jangka panjang. Menurutnya, EBT menjadi sektor penting untuk mendukung swasembada energi sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Investasi yang kami dorong tidak hanya berfokus pada imbal hasil finansial, tetapi juga keberlanjutan bagi generasi mendatang,” ujar Pandu.
Ia menilai penandatanganan HoA ini menjadi langkah awal dalam mendorong investasi strategis EBT, memperkuat sistem energi nasional, serta mempercepat transformasi hijau. Kolaborasi dengan PLN juga dinilai penting untuk menyelaraskan kemampuan investasi dengan kesiapan operasional di sektor ketenagalistrikan.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan transisi energi membutuhkan kolaborasi dan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan. Kehadiran Danantara dinilai memperkuat pengembangan energi terbarukan PLN agar proyek-proyek hijau berjalan tepat waktu.
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, PLN menargetkan penambahan kapasitas pembangkit 70 gigawatt (GW), dengan sekitar 76 persen berasal dari energi terbarukan. Untuk penambahan kapasitas 20 GW, kebutuhan investasi diperkirakan mencapai Rp600 triliun.
Sumber AntaraNews.com
