Nasional Politik

‎Menelusuri Jejak Pendampingan Pemuda Papua, Kisah di Balik Lahirnya Buku Karya Jurnalis Muda

‎Menelusuri Jejak Pendampingan Pemuda Papua, Kisah di Balik Lahirnya Buku Karya Jurnalis Muda

‎‎Perjalanan panjang menyusuri kampung-kampung dan ruang kreatif pemuda di Papua menjadi titik awal lahirnya buku Pemberdayaan Ekonomi Pemuda: Menggapai Potensi Tanpa Batas. ‎‎

Buku karya jurnalis muda asal Majalengka, Adhim Mugni Mubaroq, ini bukan sekadar catatan pembangunan, melainkan kisah tentang proses pendampingan yang mengubah cara pandang pemuda terhadap masa depan mereka.

‎‎Alih-alih memaparkan teori, Adhim memilih bercerita tentang keseharian anak-anak muda Papua yang ia temui selama lebih dari dua tahun observasi lapangan.

Dari pertemuan sederhana, diskusi kecil, hingga proses belajar bersama di Papua Youth Creative Hub (PYCH) Jayapura, ia merekam bagaimana kepercayaan diri tumbuh seiring hadirnya pendamping yang konsisten.‎‎

Dalam buku tersebut, Adhim menekankan bahwa kunci keberhasilan pembinaan pemuda terletak pada relasi manusiawi.

Pendamping tidak datang sebagai pengarah dari kejauhan, melainkan berjalan bersama, bekerja bersama, dan memahami konteks lokal. Pendekatan inilah yang kemudian direplikasi di Aceh melalui AMANAH Youth Creative Hub.‎‎

Salah satu cerita yang banyak disorot adalah peran Made Kartikajaya, yang saat itu menjabat Deputi IV Bidang Ekonomi Intelijen Badan Intelijen Negara (BIN).

Dalam narasi buku, Made digambarkan sebagai figur yang turun langsung ke lapangan dan membangun kedekatan dengan pemuda Papua, bukan hanya menyusun kebijakan di balik meja.‎‎

Ketua Umum PYCH, Simon Tabuni, menyebut kehadiran pendamping di lapangan memberi dampak besar bagi mental dan keberanian pemuda Papua. “Kami merasa ditemani, bukan diarahkan. Itu yang membuat kami berani berkembang,” tutur Simon, Jumat (19/12/2025).‎‎

Buku setebal lebih dari 150 halaman ini juga memuat suara pemuda dari Papua dan Aceh, dilengkapi data statistik yang memperkuat cerita perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi.

Kisah-kisah personal tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan program, kebijakan, dan dampak nyata di lapangan.‎‎

Peluncuran buku akan dirangkai dengan Seminar Bedah Buku yang digelar Keluarga Mahasiswa Majalengka (KEMKA) Jakarta pada Minggu, 21 Desember 2025, di Aula Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Panitia berharap forum ini menjadi ruang refleksi tentang pentingnya pendekatan pendampingan dalam pembangunan berbasis pemuda.‎‎

Sejumlah tokoh nasional, mulai dari mantan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin hingga akademisi Prof. Rhenald Kasali, turut memberikan testimoni dalam buku ini.

Mereka menilai karya Adhim sebagai pengingat bahwa pembangunan akan berkelanjutan jika dimulai dari mendengar, memahami, dan mempercayai pemuda.‎‎

Melalui buku ini, Adhim mengajak pembaca melihat Papua dari sudut yang lebih dekat—bukan sebagai wilayah yang selalu tertinggal, melainkan sebagai rumah bagi pemuda dengan potensi besar yang tumbuh ketika didampingi dengan cara yang tepat.