Kapal nelayan KM Putri Lancar Samudera dilaporkan tenggelam setelah diterjang ombak besar di Laut Jawa, perairan Indramayu, Jawa Barat, pada Senin (15/12) dini hari. 10 anak buah kapal (ABK) masih hilang.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan insiden terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Kapal yang membawa 17 ABK itu berangkat dari eretan menuju lokasi penangkapan ikan pada Minggu (14/12). Namun, di tengah pelayaran, kapal yang dikemudikan Dasman dihantam gelombang besar, sehingga seluruh awak terjatuh ke laut.
Upaya pencarian dan penyelamatan
Tim rescue dari Pos SAR Cirebon, RBB Bandung 03, dan KN SAR Setyaki 202 langsung melakukan operasi pencarian.
- Pada Senin pukul 12.00 WIB, 2 ABK berhasil ditemukan selamat oleh KM Surya Makmur, diikuti 2 ABK lainnya setengah jam kemudian.
- Pada Selasa (16/12) pukul 00.00 WIB, 3 ABK ditemukan selamat oleh KM Rahayu Jaya, dan satu ABK lagi pada pukul 06.30 WIB.
“Total 8 ABK berhasil diselamatkan, termasuk nahkoda. Mereka adalah Budi, Asim, Ling, Waryono, Daspan, Darman, Warsim, dan Kasta,” jelas Ade.
Sementara 10 ABK lainnya atas nama H. Lancam, Agus, Akim, Casim, Soglo, Iyus, Daud, Tasman, Darkum, dan Eri masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Koordinasi tim SAR
Ade menambahkan satu tim tambahan diberangkatkan dari Pos SAR Cirebon. Mereka menggunakan RBB Bandung 03, KN SAR Setyaki 202, serta tim dari Kantor SAR Bandung untuk mempercepat evakuasi. Operasi menyisir 4 titik area pencarian dan koordinasi dengan VTS terus dilakukan agar setiap kapal yang melintas dapat membantu evakuasi jika menemukan ABK.
Analisis cuaca dan gelombang
Prakirawan cuaca BMKG Tanjung Priok, Laras Kinanti, mengatakan pada 14–15 Desember 2025, angin di perairan utara Jawa Barat bertiup kencang hingga 20–25 knot. Gelombang laut di Indramayu mencapai 1,25–2 meter, berpotensi membahayakan kapal kecil.
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang berlaku sejak 14 Desember 2025 hingga saat ini, khususnya untuk wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
Sumber Merdeka.com
