Daerah

Imbas Jembatan Kewek Ditutup, Rute Menuju Malioboro Resmi Berubah

Imbas Jembatan Kewek Ditutup, Rute Menuju Malioboro Resmi Berubah

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengubah akses kendaraan menuju kawasan Malioboro setelah Jembatan Kewek resmi ditutup mulai Rabu. Penutupan dilakukan karena kondisi jembatan semakin kritis dan tidak lagi aman untuk dilewati kendaraan besar.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan skema rekayasa lalu lintas sudah dirumuskan bersama dan mendapat persetujuan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Rencana ini sudah kami presentasikan di depan Ngarsa Dalem dan mendapat arahan dari Pak Gubernur untuk dilakukan penutupan parsial,” ujar Hasto.

Menurut Hasto, kendaraan kecil dan roda dua masih bisa melintas, tetapi hanya pada kondisi tertentu. Pemkot akan menyesuaikan pembukaan akses berdasarkan tingkat kepadatan lalu lintas. Bagian jembatan yang paling ringkih dimanfaatkan secara minimal demi keamanan.

“Misalnya saat malam Natal dan Tahun Baru, situasinya akan kami atur kembali. Tanggul di sisi jembatan sudah sangat ringkih sehingga pemanfaatan harus dibatasi,” katanya.

Untuk mengurangi kepadatan di kawasan Kleringan, Pemkot memasang portal di area Kridosono dan mengatur arus lalu lintas di depan Gramedia. Langkah ini dilakukan agar kendaraan besar tidak masuk ke jalur tersebut.

Pemkot juga menyiapkan Lapangan Kridosono sebagai kantong parkir tambahan selama libur Natal dan Tahun Baru guna mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY Yuswanto Ardi menjelaskan bahwa penutupan Jembatan Kewek membuat kendaraan dari Jalan Margo Utomo diarahkan lurus menuju Stadion Kridosono. Kendaraan tidak lagi bisa langsung belok kanan menuju Malioboro.

Ia memprediksi simpang Gramedia akan mengalami peningkatan arus karena menjadi rute alternatif warga. Untuk itu, rekayasa lalu lintas juga disiapkan di simpang Gramedia dan Mal Galeria.

“Jika ruas menuju Kridosono padat, kendaraan dari Jalan Cik Ditiro akan diizinkan belok kiri ke arah timur,” ujarnya.

Di simpang Mal Galeria, petugas juga membuka opsi belok kanan menuju Flyover Lempuyangan untuk mengurangi penumpukan kendaraan.

“Dengan skema baru ini, akses menuju Malioboro kini memiliki dua pintu masuk utama. Selain dari arah Abu Bakar Ali atau Teteg, kendaraan bisa masuk melalui jalur selatan Malioboro,” jelas Yuswanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Umi Akhsanti memastikan Jembatan Kewek akan dibongkar total pada 2026. Pembangunan jembatan baru akan menggunakan anggaran APBN.

Pekerjaan konstruksi diperkirakan dimulai April setelah proses review DED dan tender selesai. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp19 miliar. Jembatan baru akan menggunakan konstruksi beton dengan penyesuaian fasad sesuai aturan kawasan.

“Durasi pembangunan diperkirakan sekitar sembilan bulan,” ujar Umi.

Sumber AntaraNews.com