Viral

Viral Video Siswi SMP di Muratara Berantam karena Saling Ejek

Viral Video Siswi SMP di Muratara Berantam karena Saling Ejek

Video perkelahian antar siswi kembali mengguncang media sosial dan memantik keprihatinan publik. Rekaman berdurasi satu menit yang beredar sejak Minggu (7/12/2025) itu memperlihatkan seorang siswi berseragam olahraga SMP Negeri 2 Muara Rupit, Muratara dipiting, dijambak, hingga ditendang oleh siswi lain. Video ini direkam di teras sebuah rumah, meski lokasi pasti dan pemilik rumah belum teridentifikasi.

Dalam rekaman, terdengar suara teman-teman mereka yang hanya menonton tanpa melerai. Bahkan salah satu dari mereka sempat mengucapkan, ‘Agek aku pulo keno salah’,(nanti saya juga yang disalahkan) menggambarkan kekhawatiran akan konsekuensi dari kejadian itu. Suara istigfar sempat terdengar saat korban ditendang keras, memperjelas betapa brutalnya insiden tersebut.

Wakil Kesiswaan SMPN 1 Muara Rupit, Hasan Azhari, membenarkan bahwa peristiwa itu melibatkan tiga siswi SMPN 1 dan satu siswi SMPN 2. Ia menyebut apa yang viral sebagai perundungan sebenarnya berawal dari saling ejek di media sosial.

“Videonya sudah terpotong. Ada kronologi sebelumnya yang tidak terlihat. Tapi benar, kejadian ini dipicu konflik di HP,” ungkapnya

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung di luar lingkungan sekolah. Hasan menegaskan pihaknya tetap mengambil langkah pembinaan. Orang tua siswi SMPN 1 akan dipanggil, meskipun kasus ini kini sudah ditangani oleh lurah, camat, dan kepolisian.

“Karena kejadiannya di luar jam sekolah, siswa tetap belajar seperti biasa. Namun tetap ada pembinaan dan pendampingan,” ujarnya.

Kasat Intelkam Polres Muratara, Iptu Baitul Ulum, memastikan pihaknya telah menerima informasi dan segera melakukan penyelidikan.

“Informasi sudah kita ketahui dan akan ditindaklanjuti,” katanya.

Kasus perkelahian siswi di Muratara ini bukan yang pertama. Pada Oktober 2025 lalu, insiden perundungan sesama siswi SMP Negeri di Kecamatan Karang Jaya juga viral, berujung skorsing hingga pemecatan pelaku dari sekolah.

sumber kumparan