Selebriti

Epy Kusnandar Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker Otak Stadium Akhir

Epy Kusnandar Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker Otak Stadium Akhir

Aktor senior Epy Kusnandar telah meninggal dunia pada Rabu, 3 Mei 2025, dalam usia 61 tahun.

Kabar duka ini disampaikan oleh istrinya, Karina Ranau, melalui akun Instagram pribadi @karinaranau9. “Wafat pada tanggal 3 Desember 2025 pukul 14.24,” tulis Karina.

Jenazah Epy, yang dikenal lewat perannya dalam Preman Pensiun, direncanakan akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut pada 4 Desember 2024 pukul 08.00 WIB. Kepergian Epy membuat dunia hiburan berduka, mengingat sosoknya yang hangat dan humoris.

Selain berkiprah di dunia hiburan, kondisi kesehatan Epy Kusnandar selama hidupnya juga menjadi perhatian publik. Ia pernah berjuang melawan kanker otak stadium akhir, di mana dokter memvonisnya hanya memiliki waktu hidup 4 bulan. Pada tahun 2011, Epy didiagnosis dengan kanker otak, dan dokter yang merawatnya saat itu menyatakan bahwa usianya tinggal 4 bulan lagi.

Namun, ia berhasil melewati masa sulit tersebut. “Dulu saya hampir putus asa pas divonis kena penyakit seperti itu (kanker otak). Sekarang sudah bebas, sudah sembuh,” ungkap Epy dengan penuh rasa syukur dalam wawancara pada tahun 2012.

Pada pertengahan tahun 2025, Epy kembali mengungkapkan rasa syukurnya atas kesembuhannya dari kanker otak, yang memungkinkan dirinya untuk terus hidup hingga usia 61 tahun.

Alhamdulillah saya bisa sembuh. Setiap tahun, saya mengingat momen itu. Dari usia 52 ke 53, terus ke ke 54. Sekarang sudah 61, dan saya sadar umur itu sebenarnya berkurang, bukan bertambah,” katanya pada Juli 2025 di kawasan Epicentrum Jakarta. Epy akan selalu dikenang sebagai sosok yang inspiratif dan penuh semangat.

Epy Kusnandar mengalami stroke ringan

Pada tahun 2020, Epy mengalami stroke ringan. Meskipun gejala yang muncul tidak langsung membuatnya kehilangan kemampuan berjalan, serangan tersebut terjadi secara bertahap. Gejala pertama yang dirasakannya adalah penglihatan yang kabur pada mata sebelah kiri.

”Mata dulu semakin kabur, semakin buta. Sebelah kiri. Semuanya kiri ternyata, otak di sebelah kiri. Kalau diputar-putar baru berasa,” ungkapnya melalui akun YouTube pribadinya.

Serangan stroke ringan ini menjadi pengalaman yang cukup mengkhawatirkan bagi Epy. Meskipun tidak langsung kehilangan fungsi tubuhnya, ia merasakan dampak yang signifikan pada kesehariannya. Hal ini mengingatkan kita bahwa gejala stroke bisa muncul secara perlahan dan tidak selalu terlihat jelas pada awalnya. Kesadaran akan gejala ini penting untuk mendeteksi dan mendapatkan penanganan yang tepat secepatnya.

sumber merdekacom