Ekonomi

Penurunan Harga Beras Dominasi Pergerakan Inflasi November 2025

Penurunan Harga Beras Dominasi Pergerakan Inflasi November 2025

Komoditas beras menjadi faktor utama yang meredam inflasi November 2025, menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, dalam pemaparannya di Jakarta, Senin (1/12/2025).

“Inflasi beras pada November 2025 tercatat 0,59 persen dengan andil 0,02 persen,” jelas Pudji. Ia menambahkan, deflasi beras terjadi di 28 provinsi, sementara delapan provinsi mengalami inflasi dan dua provinsi stabil.

Daerah dengan Deflasi dan Inflasi Beras Tertinggi

  • Deflasi beras terdalam: Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar -3,13 persen.
  • Inflasi beras tertinggi: Provinsi Papua Barat sebesar 1,48 persen.

Pola Historis Harga Beras

Jika melihat data beberapa tahun terakhir, Pudji menjelaskan bahwa:

  • Pada November 2022 dan 2023, beras mengalami inflasi, meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.
  • Pada November 2024 dan 2025, komoditas beras justru mencatat deflasi, namun tingkat penurunannya juga lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.

Harga Beras Turun di Semua Tingkat Pasar

BPS mencatat, penurunan harga beras terjadi mulai dari:

  • Tingkat penggilingan: turun 0,88 persen (month to month).
  • Tingkat grosir: turun 0,93 persen.
  • Tingkat eceran: turun 0,59 persen.

Meski demikian, harga beras secara tahunan (year on year) di ketiga tingkatan tersebut masih lebih tinggi dibandingkan 2024.

Komoditas Lain yang Meredam Inflasi November 2025

Selain beras, beberapa komoditas pangan turut menekan tingkat inflasi nasional, yaitu:

  • Daging ayam ras: andil inflasi -0,03 persen
  • Cabai merah: andil inflasi -0,02 persen
  • Telur ayam ras: andil inflasi -0,01 persen

Ketiganya mengalami penurunan harga selama November 2025.

Komoditas Penyumbang Kenaikan Harga

Di sisi lain, sejumlah komoditas mencatat inflasi yang cukup dominan:

  • Bawang merah: andil inflasi 0,03 persen
  • Wortel: andil inflasi 0,02 persen

Menurut Pudji, bawang merah cenderung selalu mengalami inflasi setiap November sejak 2023–2025, sedangkan harga wortel menunjukkan volatilitas tinggi sejak pertengahan Juni 2024.

Sumber RRI.co.id