PT SUN Energy secara strategis memperkuat dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam mempercepat dekarbonisasi industri tambang nasional. Perusahaan ini berkomitmen penuh untuk menerapkan konsep green mining berbasis energi terbarukan melalui berbagai solusi energi terintegrasi. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong sektor pertambangan menuju praktik yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
CEO SUN Energy, Emmanuel Jefferson Kuesar, menyatakan optimisme terhadap solusi yang ditawarkan pihaknya dalam membantu sektor pertambangan Indonesia. Solusi tersebut dirancang untuk mengatasi tantangan dalam memenuhi target keberlanjutan sekaligus menjaga efisiensi biaya operasional. Hal ini penting mengingat lokasi tambang seringkali berada di wilayah terpencil dengan ketergantungan tinggi pada mesin diesel.
Ketergantungan pada diesel menyebabkan pembengkakan biaya bahan bakar yang signifikan, mencapai 25 hingga 40 persen dari total biaya operasional. Bahkan, angka ini bisa mendekati 50 persen pada tambang dengan pemakaian energi tinggi. Oleh karena itu, inovasi teknologi energi bersih dan rendah emisi menjadi krusial untuk transformasi industri tambang Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau.
Mengatasi Ketergantungan Diesel dengan PLTS dan BESS
Untuk mengatasi biaya operasional yang tinggi akibat ketergantungan pada diesel, SUN Energy menghadirkan solusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Solusi ini terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS). Kolaborasi dengan PT Cipta Kridatama menjadi salah satu wujud nyata dari implementasi teknologi ini di lapangan.
Emmanuel Jefferson Kuesar menjelaskan bahwa teknologi PLTS terintegrasi BESS mampu mengurangi konsumsi bahan bakar secara signifikan. Selain itu, biaya logistik energi juga dapat ditekan, sambil menjamin pasokan listrik yang stabil selama 24 jam. Ini adalah langkah penting dalam upaya dekarbonisasi dan peningkatan efisiensi di lokasi tambang off-grid.
Keunggulan sistem ini tidak hanya terletak pada penghematan biaya, tetapi juga pada kontribusinya terhadap lingkungan. Dengan beralih ke energi surya, emisi karbon dari operasional tambang dapat diminimalkan. Solusi energi terbarukan ini mendukung visi green mining yang lebih luas untuk industri pertambangan nasional.
Inovasi Teknologi dan Layanan Keberlanjutan untuk Green Mining
Selain PLTS dan BESS, SUN Energy juga memperkenalkan inovasi teknologi Solar PV Roll Up yang telah diterapkan di PT Berau Coal. Panel surya gulung ini dirancang khusus untuk menunjang aktivitas tambang yang berpindah-pindah. Kemudahan pembongkaran dan pemindahan antar lokasi (site) menjadi keunggulan utama teknologi ini, sangat cocok untuk lingkungan pertambangan yang dinamis.
Untuk mendukung kegiatan tambang yang lebih ramah lingkungan, SUN Energy menawarkan layanan Sustainability-as-a-Service. Layanan ini mencakup elektrifikasi armada operasional tambang dan pengelolaan air yang berkelanjutan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menyediakan solusi holistik untuk mencapai praktik green mining.
Salah satu bagian dari layanan tersebut adalah Fleet-as-a-Service (FaaS), yaitu penyediaan kendaraan listrik operasional tambang. Armada ini dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir 2025 di salah satu perusahaan tambang besar di Indonesia. Sementara itu, pengelolaan air berkelanjutan di PT Berau Coal menggunakan sistem ultrafiltration dan reverse osmosis untuk memurnikan air proses tambang agar dapat digunakan kembali.
Komitmen Menuju Net Zero Emission dan Praktik Pertambangan Berkelanjutan
Berbagai inisiatif yang dilakukan SUN Energy sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia menuju Net Zero Emission 2060. Selain itu, praktik ini juga mendukung penerapan Good Mining Practice sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Hal ini menegaskan peran penting energi terbarukan dalam mencapai target keberlanjutan nasional.
Hingga saat ini, solusi energi bersih dari SUN Energy telah berhasil diterapkan di lebih dari 15 lokasi tambang di seluruh Indonesia. Pencapaian ini membuktikan efektivitas dan skalabilitas solusi yang ditawarkan dalam mendukung transisi energi di sektor pertambangan. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa green mining bukan sekadar konsep, melainkan tujuan yang dapat dicapai.
Emmanuel Jefferson Kuesar menekankan, “Transisi menuju green mining bukan hanya soal mengganti sumber energi, tetapi membangun fondasi baru bagi industri yang efisien, rendah emisi, dan berketahanan jangka panjang.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan komprehensif dalam mewujudkan industri pertambangan yang lebih hijau dan berkelanjutan di masa depan.
Sumber: AntaraNews
