Nasional

Utusan Vatikan Dipastikan Hadir dalam Perayaan Hari Anak KAJ

Utusan Vatikan Dipastikan Hadir dalam Perayaan Hari Anak KAJ

Jakarta: Perayaan Hari Anak 2025 yang digelar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) pada Sabtu (15/11/2025) di ICE BSD akan berlangsung istimewa. Tahun ini, acara yang mengusung tema “Anak Indonesia: Cinta Tuhan, Sesama, dan Alam Semesta” akan dihadiri langsung oleh utusan Vatikan, yaitu Fr. Enzo Fortunato, President Pontifical Commission World Children’s Day.

Acara ini merupakan kerja sama KAJ dengan 5P Global Movement Indonesia (5P Kids) dan menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif, kreatif, dan ramah anak.

Sekretaris Jenderal KAJ, Romo Vincentius Adi Prasojo, mengatakan bahwa perayaan Hari Anak merupakan bentuk kepedulian Gereja terhadap pertumbuhan iman, karakter, dan kesejahteraan anak-anak Indonesia.

“Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian KAJ dan diharapkan menjadi awal dari sebuah gerakan kepedulian di masa mendatang,” ujar Romo Adi kepada wartawan di Gereja Katedral Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Ia menegaskan, kehadiran Fr. Enzo dari Vatikan menandai besarnya perhatian Gereja universal terhadap pembinaan iman anak. Oleh sebab itu, tema tahun ini didesain agar anak-anak dapat merasakan secara langsung makna dicintai Tuhan, menghormati sesama, dan menjaga lingkungan.

“Kami menargetkan sekitar 2.000 anak akan hadir dalam acara besok. Mereka berasal dari berbagai paroki dan sekolah di wilayah KAJ,” kata Romo Adi.

Beragam aktivitas disiapkan untuk menguatkan tiga nilai utama yaitu cinta Tuhan, cinta sesama, dan cinta alam semesta, melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif.

“Kami ingin mereka mengalami tema itu, bukan hanya mendengar. Mengalami bahwa mereka dicintai Tuhan, saling menghormati, dan menjaga lingkungan,” jelas Romo Adi.

Kegiatan ini meliputi berbagai games edukatif, lomba video dan cerita pendek, talkshow bersama tokoh Gereja, dan pohon harapan tempat anak menempelkan komitmen mereka.

Dalam kesempatan yang sama, Fr. Enzo Fortunato menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjadikan anak-anak pusat perhatian Gereja dan masyarakat.

Menurutnya, Gereja perlu membantu mengembalikan rasa saling percaya yang kini banyak hilang di tengah dunia modern.

“Kita hidup di dunia yang membuat kita sulit saling percaya. Dari anak-anak, kita belajar lagi bagaimana mempercayai tanpa prasangka,” ujar Fr. Enzo.

Ia menekankan bahwa anak-anak memiliki hati yang tulus, tidak berpikir bahwa orang lain akan mengkhianati mereka. Dari ketulusan ini, orang dewasa bisa belajar memperbaiki relasi dan solidaritas.

Fr. Enzo juga menyinggung bagaimana anak-anak mengajarkan kita untuk menghentikan kejahatan dengan tidak membalasnya, sebuah nilai penting dalam dunia yang semakin rentan terhadap konflik.

“Ada dua pesan penting dari anak-anak: kepercayaan dan penghentian kejahatan. Ini pesan yang dibutuhkan dunia,” katanya.

Fr. Enzo menutup dengan harapan agar anak-anak yang hadir dapat menumbuhkan semangat persaudaraan “Saya percaya, kesaksian hari ini menumbuhkan persaudaraan. Anak-anak di sini belajar saling menghormati dan saling mencintai” tandasnya.