Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Jumat (7/11/2025). Akibatnya, sebanyak 300 rumah di Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, terdampak banjir rob dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
Gelombang laut tinggi menyebabkan air laut meluap ke permukiman warga di wilayah pesisir tersebut. Arus air yang deras masuk ke rumah-rumah warga membuat aktivitas sehari-hari terganggu.
Untuk mencegah air masuk lebih dalam, sejumlah warga menutup bagian bawah pintu rumah dengan kayu dan tembok setinggi 30 sentimeter. Meski demikian, sebagian rumah tetap tergenang akibat derasnya arus air laut.
“Banjir rob ini akibat gelombang tinggi yang membuat air laut masuk ke permukiman warga. Ini sudah rutin terjadi setiap tahun, jadi kami tidak terlalu khawatir,” ujar salah seorang warga Sidamukti.
BPBD Pandeglang: Cuaca Ekstrem Masih Berlangsung
Sekretaris BPBD dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, terdapat dua kampung di Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi yang terdampak langsung oleh banjir rob.
“Air laut masuk ke wilayah pesisir dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Kejadian ini disebabkan oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi di wilayah Pandeglang,” kata Nana.
BPBD Pandeglang mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di wilayah pesisir selatan Banten. Berdasarkan prakiraan cuaca, gelombang tinggi dan angin kencang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Dikutip dari metrotvnews.com
