TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung bersama Tim Pembina Samsat Temanggung dan BPKPAD setempat secara progresif memperkuat sinergi untuk meningkatkan pendapatan daerah. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui sosialisasi penggunaan aplikasi “Sengkuyung Mobile” yang menyasar aparatur desa di wilayah Kecamatan Parakan dan Ngadirejo pada Selasa (9/6).
Kegiatan yang berlangsung secara paralel ini melibatkan Sekretaris Desa beserta perangkat terkait sebagai garda terdepan dalam menyosialisasikan kewajiban perpajakan di tingkat desa. Sosialisasi ini menjadi krusial mengingat adanya implementasi regulasi baru mengenai opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang menjadi salah satu instrumen utama pendapatan daerah.
Dalam pemaparannya, tim teknis mendemonstrasikan kemudahan fitur aplikasi Sengkuyung yang dirancang untuk mempermudah pemantauan, pengelolaan, hingga pelaporan kewajiban pajak. Dengan teknologi ini, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pajak diharapkan dapat meningkat secara signifikan.
“Kami ingin agar perangkat desa mampu menjadi agen edukasi bagi warga di wilayahnya masing-masing. Dengan kemudahan akses melalui aplikasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak dapat meningkat, sehingga pendapatan daerah pun turut terdongkrak,” ujar perwakilan penyelenggara di sela-sela acara.
Lebih lanjut, hasil dari optimalisasi pendapatan pajak ini nantinya akan dialokasikan kembali untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan fasilitas publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, optimalisasi penerimaan pajak dari sektor kendaraan bermotor juga berdampak positif pada keberlanjutan jaminan perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Temanggung.
Pemerintah Kabupaten Temanggung optimistis bahwa dengan integrasi teknologi melalui Sengkuyung Mobile, target peningkatan pendapatan daerah dapat tercapai dengan lebih stabil, transparan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.
