Daerah

Jasa Raharja Sukoharjo Gelar Program PPKL di SMK Negeri 2 Wonogiri, Perkuat Edukasi Keselamatan Lalu Lintas bagi Pelajar

Jasa Raharja Sukoharjo Gelar Program PPKL di SMK Negeri 2 Wonogiri, Perkuat Edukasi Keselamatan Lalu Lintas bagi Pelajar

Wonogiri – Dalam rangka meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan usia produktif, khususnya pelajar, PT Jasa Raharja Perwakilan Sukoharjo melaksanakan kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di SMK Negeri 2 Wonogiri pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran tenaga pendidik sebagai agen perubahan dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada para siswa, sehingga pesan keselamatan dapat disampaikan secara berkelanjutan melalui lingkungan sekolah.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh para guru, tenaga pendidik, serta staf sekolah yang diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan edukasi keselamatan berkendara kepada para siswa. Melalui pendekatan ini, Jasa Raharja berupaya membangun kesadaran keselamatan lalu lintas sejak dini di lingkungan pendidikan, mengingat sebagian besar siswa di tingkat sekolah menengah telah menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi sehari-hari menuju sekolah.

Kepala Jasa Raharja Cabang Sukoharjo, Arvian Riza Yudhawan, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa pemilihan SMK Negeri 2 Wonogiri sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada tingkat mobilitas siswa yang cukup tinggi di wilayah tersebut. Berdasarkan data Jasa Raharja, kelompok usia remaja masih menjadi salah satu penyumbang angka kecelakaan lalu lintas terbesar, sehingga diperlukan upaya edukasi yang konsisten dan berkelanjutan untuk menekan risiko kecelakaan di kalangan pelajar.

Dalam kegiatan ini juga disampaikan mengenai peran dan tugas pokok Jasa Raharja sesuai amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964, di mana Jasa Raharja memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas, tetapi juga berperan aktif dalam upaya pencegahan kecelakaan melalui berbagai program keselamatan lalu lintas yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami ingin membangun budaya tertib lalu lintas dari hulu. Melalui program PPKL ini, peran guru menjadi sangat penting dalam memberikan edukasi secara rutin serta mengingatkan para siswa mengenai pentingnya keselamatan berkendara, baik sebelum berangkat ke sekolah maupun setelah pulang sekolah,” ujar Arvian.

Dalam sosialisasi tersebut, Jasa Raharja juga menekankan beberapa poin penting kepada warga sekolah terkait keselamatan berlalu lintas, antara lain pentingnya etika berkendara dengan menghormati sesama pengguna jalan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, penggunaan atribut keselamatan seperti helm berstandar SNI serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, serta pentingnya kedisiplinan dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan seperti pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebagai bentuk perlindungan dasar bagi pengguna jalan.

Pihak SMK Negeri 2 Wonogiri menyambut baik pelaksanaan program PPKL yang dilaksanakan oleh Jasa Raharja tersebut. Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Wonogiri menyampaikan bahwa kerja sama dengan Jasa Raharja sangat membantu pihak sekolah dalam meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara di kalangan siswa, mengingat banyak siswa yang menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi utama menuju sekolah.

“Kami berkomitmen untuk terus menyampaikan pesan keselamatan kepada para siswa, baik melalui kegiatan upacara, kegiatan pembelajaran di kelas, maupun kegiatan sekolah lainnya, sehingga siswa kami dapat lebih memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas dan dapat pulang ke rumah masing-masing dengan selamat,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) ini, Jasa Raharja berharap kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar dapat semakin meningkat, sehingga angka kecelakaan lalu lintas khususnya di wilayah Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya dapat ditekan secara signifikan pada tahun 2026, sekaligus menciptakan generasi muda yang lebih tertib dan bertanggung jawab dalam berlalu lintas.