SEMARANG – Persiapan menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026 mulai dimatangkan. Bertempat di Aula Lantai 3 Polrestabes Semarang pada Kamis, 6 Februari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Penelitian Jalur Pantura dan Jalur Pansela dalam rangka Pengamanan (PAM) Lebaran 2026.
Kegiatan krusial ini dihadiri oleh jajaran petinggi dari berbagai instansi, di antaranya Korlantas Mabes Polri, Kementerian Perhubungan RI, BPTD Wilayah Jawa Tengah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dinas PUPR, serta pengelola tempat wisata. Turut hadir langsung dalam pertemuan tersebut, Kepala Jasa Raharja Cabang Semarang, Manggala Aji Mukti.
Penelitian ini difokuskan pada pemetaan kondisi terkini infrastruktur jalan, identifikasi titik rawan kemacetan (troublespot), serta pemetaan lokasi rawan kecelakaan (blackspot) di sepanjang jalur Pantura dan Pansela. Langkah ini diambil sebagai bahan evaluasi dari pengamanan tahun sebelumnya guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam forum tersebut, Kepala Jasa Raharja Cabang Semarang, Manggala Aji Mukti, menegaskan kesiapan pihaknya dalam memberikan perlindungan bagi para pemudik. Ia menjelaskan bahwa peran Jasa Raharja merupakan amanat undang-undang yang menjadi pilar utama keselamatan transportasi. UU No. 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang. UU No. 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.
“Kehadiran kami dalam koordinasi lintas sektoral ini bertujuan memastikan bahwa setiap pengguna jalan mendapatkan kepastian perlindungan dasar, sembari tetap mengedepankan upaya pencegahan kecelakaan bersama mitra terkait,” ujarnya.
Setiap instansi yang hadir memberikan paparan teknis terkait rencana rekayasa lalu lintas, kesiapan sarana transportasi, serta perbaikan jalan dan jembatan yang harus rampung sebelum masa mudik tiba.
Melalui sinergi yang kuat antara Kepolisian, Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja, diharapkan pelaksanaan PAM Lebaran 2026 di wilayah Jawa Tengah dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Fokus utama tetap pada menekan angka kecelakaan lalu lintas agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan balik dengan rasa nyaman.
