Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri untuk mengikuti rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin sore. Mereka yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.
Para menteri tersebut tiba secara bertahap sejak pukul 15.30 WIB. Sebagian di antaranya langsung masuk ke area Istana tanpa memberikan keterangan kepada wartawan terkait agenda rapat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hanya menyampaikan bahwa dirinya diundang untuk rapat. Ia mengatakan akan menjelaskan hasil pertemuan setelah rapat selesai.
“Nanti mungkin setelah rapat,” ujar Purbaya singkat.
Sementara itu, Airlangga Hartarto juga belum membeberkan agenda utama ratas. Namun, ia menanggapi isu global, khususnya dampak penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan khusus militer Amerika Serikat.
Menurut Airlangga, Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan ekonomi global pascainsiden tersebut, terutama yang berkaitan dengan pergerakan harga minyak dunia.
“Yang utama kita monitor adalah harga minyak. Sampai saat ini tidak ada gejolak signifikan dan harganya masih relatif rendah, sekitar 63 dolar AS per barel,” kata Airlangga.
Airlangga menambahkan, sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Venezuela juga perlu dikaji ulang seiring perubahan pemerintahan di negara tersebut.
“Tentu ada perubahan yang perlu dicermati karena pemerintahannya berganti,” ujarnya.
Pada kesempatan berbeda, Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan menyikapi situasi global. Ia menilai stabilitas nasional harus terus dijaga di tengah dinamika geopolitik internasional.
“Kita harus selalu memastikan posisi kita kuat,” kata Purbaya. Ia juga menyinggung kondisi hukum internasional yang dinilai semakin kompleks dalam merespons konflik antarnegara.
Sumber AntaraNews.com
