Daerah

TNI Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Banjir di Aceh, Pulihkan Senyum Mereka

TNI Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Banjir di Aceh, Pulihkan Senyum Mereka

Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak di kamp pengungsian Balee Panah, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kegiatan ini bertujuan membantu mereka mengatasi trauma yang disebabkan oleh banjir dan tanah longsor mematikan baru-baru ini.

Inisiatif trauma healing ini dilaksanakan atas perintah langsung Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Maruli Simanjuntak. Letnan Kolonel Dekki Sujatmiko, perwira personel Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda, menyampaikan hal ini pada Minggu.

TNI bekerja sama erat dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan bencana, dan warga untuk memberikan layanan yang sangat dibutuhkan. Terutama bagi anak-anak yang mengalami tekanan psikologis pascabencana.

Fokus Bantuan Psikososial TNI

Letnan Kolonel Dekki Sujatmiko menegaskan bahwa militer Indonesia berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk penanganan pascabencana. Kolaborasi ini mencakup pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan bencana, serta masyarakat setempat.

Sinergi ini bertujuan untuk memastikan layanan penting segera sampai kepada anak-anak yang mengalami tekanan psikologis. Hal ini menyusul bencana yang telah terjadi.

Beberapa anak menderita kecemasan dan stres setelah kehilangan rumah atau anggota keluarga mereka. Kegiatan trauma healing ini dimaksudkan untuk membantu mereka pulih secara mental.

TNI berupaya meringankan kecemasan mereka dan mengembalikan senyum di wajah anak-anak. Inisiatif ini sangat penting untuk pemulihan jangka panjang.

Dukungan dan Kebutuhan Anak-anak Korban Banjir

TNI telah mendistribusikan berbagai barang rekreasi untuk menghibur anak-anak yang terdampak bencana. Bantuan ini diberikan di beberapa kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

Bencana tersebut melanda pada akhir November lalu, meninggalkan dampak yang mendalam bagi banyak keluarga. Barang-barang ini diharapkan dapat membawa keceriaan.

“Kami membawa ayunan, perosotan, kubus Rubik, hula hoop, bola, dan set dapur mainan,” kata Sujatmiko, menunjukkan upaya TNI dalam memberikan hiburan.

Dampak Positif dan Apresiasi Warga

Mariani, salah satu pengungsi, membenarkan bahwa dukungan psikososial ini telah meningkatkan kesejahteraan mental anak-anak secara signifikan. Anak-anak kini tidak lagi murung.

Prajurit dari Kodam Iskandar Muda datang ke sini untuk memberikan trauma healing dan menghibur anak-anak. Selain itu, mereka juga membawa mainan, makanan ringan, dan minuman.

Anak-anak diajak bernyanyi bersama, menciptakan suasana yang lebih ceria dan positif. Hal ini membantu mereka melupakan sejenak penderitaan yang dialami.

Mariani juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan militer atas upaya berkelanjutan mereka. Upaya ini memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

Akses terhadap makanan, pakaian, dan layanan medis telah memadai. “Dermatologi, kardiologi, dan layanan medis umum tersedia setiap hari,” tambahnya.

Sumber: AntaraNews