Daerah

Insiden Mobil MBG Tabrak Siswa SD, KSP Akan Lakukan Evaluasi

Insiden Mobil MBG Tabrak Siswa SD, KSP Akan Lakukan Evaluasi

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyampaikan keprihatinan atas insiden mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menabrak sejumlah siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (11/12) pagi.

“Tentu kita prihatin. Ini bukan peristiwa yang diinginkan dan merupakan kejadian pertama kali,” kata Qodari dalam keterangan pers, Sabtu (13/12).

Qodari menegaskan pemerintah memandang serius insiden tersebut. Ia memastikan seluruh proses penanganan terhadap para korban berjalan dengan baik.

Menurutnya, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya pada aspek keselamatan.

“Nanti pasti ada evaluasi. Program MBG dan SPPG bukan hanya berbicara soal kualitas makanan dan gizi, tetapi juga manajemen secara keseluruhan. Harus ada standar operasional prosedur (SOP) yang sangat kuat untuk pengemudi dan kendaraan,” ujarnya.

Qodari juga menekankan bahwa risiko kecelakaan tidak hanya terjadi saat distribusi makanan di jalan, tetapi juga ketika kendaraan berada di lingkungan sekolah yang dipenuhi anak-anak.

“Baik di perjalanan maupun di sekolah, potensi kejadian selalu ada. Ini menjadi catatan penting yang ke depan harus diperbaiki,” katanya.

Sebelumnya, insiden terjadi sekitar pukul 06.38 WIB saat kendaraan milik mitra SPPG Jakarta Utara sedang mendistribusikan paket makanan ke SDN Kalibaru 01.

Mobil tersebut tiba-tiba kehilangan kendali dan menabrak pagar sekolah, sejumlah siswa, serta guru yang tengah bersiap mengikuti kegiatan literasi membaca di halaman sekolah.

Kepala SPPG Jakarta Utara, Sahrul Gunawan Siregar, menjelaskan bahwa pengemudi kendaraan tersebut bukan sopir tetap.

“Sopir kendaraan bukan sopir utama, melainkan sopir pengganti. SPPG tersebut berada di bawah Yayasan Darul Esti,” ujar Sahrul.

Akibat insiden tersebut, tercatat 22 orang menjadi korban, termasuk satu orang guru. Seluruh korban langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Sumber Merdeka.com