Ekonomi

Danantara : Program DME Perlu Subsidi agar Sepadan LPG

Danantara : Program DME Perlu Subsidi agar Sepadan LPG

Danantara menegaskan bahwa proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) membutuhkan subsidi agar harganya dapat bersaing dengan LPG.

“Saat ini LPG juga disubsidi. Jadi kemungkinan DME nanti memerlukan subsidi yang sama,” ujar Senior Director Oil & Gas and Petrochemical Danantara Indonesia, Wiko Migantoro, di Jakarta, Rabu.

Wiko menjelaskan bahwa Danantara masih menyelesaikan studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk proyek DME. Hasil studi itu nantinya akan dibahas bersama Satuan Tugas Hilirisasi dan Ketahanan Energi guna menentukan pola distribusi dan nilai komersial yang paling sesuai. Satgas tersebut dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Menurut Wiko, dukungan pemerintah sangat penting agar harga DME dapat mendekati harga LPG yang berlaku saat ini. Ia menekankan bahwa keterjangkauan harga dan kesediaan masyarakat untuk membayar menjadi faktor kunci keberhasilan program DME.

Karena itu, Danantara menilai subsidi diperlukan agar DME dapat dipasarkan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah akan memutuskan lokasi proyek DME pada Desember dan menargetkan konstruksinya dimulai pada 2026. Ia menilai realisasi proyek ini mendesak untuk menekan impor LPG.

Bahlil mencatat bahwa konsumsi LPG pada 2026 diperkirakan mencapai 10 juta metrik ton (MT), sementara kapasitas produksi nasional hanya sekitar 1,3–1,4 juta MT per tahun. Kondisi ini membuat Indonesia mengalami defisit sekitar 8,6 juta MT yang harus ditutupi dengan impor.

“Mau tidak mau kita harus mencari substitusi impor, dan salah satunya adalah DME,” ujar Bahlil.

Sumber AntaraNews.com