Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan menandatangani kerja sama terkait koordinasi manfaat dalam pelaksanaan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kecelakaan Lalu Lintas. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat perlindungan bagi masyarakat serta memastikan pemberian layanan yang lebih efisien dan komprehensif.
Direktur Operasional Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan transformasi digital dalam beberapa tahun terakhir sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Terkait dengan pelayanan di rumah sakit, kami terus melakukan perbaikan. Akhir-akhir ini kami fokus memperkuat soliditas dan memastikan akurasi verifikasi batas tagihan rumah sakit,” ujar Dewi dalam keterangannya, Kamis (17/10).
Peran dan Pembagian Tanggung Jawab
Kerja sama antara kedua lembaga ini sebenarnya sudah terjalin sejak beberapa tahun sebelumnya. Dalam mekanismenya, Jasa Raharja bertindak sebagai pembayar pertama untuk korban kecelakaan lalu lintas, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan berperan sebagai pembayar berikutnya apabila korban merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan dan insiden yang dialami termasuk dalam ruang lingkup jaminan program JKK.
“Kolaborasi ini memastikan perlindungan yang komprehensif bagi warga negara Indonesia sesuai haknya,” tambah Dewi.
Integrasi dengan Rumah Sakit dan Polri
Untuk mempercepat pelayanan santunan, Jasa Raharja juga telah membangun integrasi sistem dengan berbagai pemangku kepentingan. Saat ini, lembaga tersebut bekerja sama dengan 34 Polda, 508 Polres, serta 2.669 rumah sakit di seluruh Indonesia, sehingga proses verifikasi dan penanganan korban kecelakaan menjadi lebih cepat dan akurat.
Dorong Ekosistem Perlindungan yang Lebih Kuat
Melalui sinergi ini, Jasa Raharja berharap tercipta ekosistem perlindungan sosial yang lebih solid dan terintegrasi. Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program jaminan sosial.
“Melalui langkah ini, Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen menjadikan Indonesia lebih aman dalam menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun lalu lintas,” tutup Dewi.
Sumber MediaIndonesia.com
