Ekonomi

SoftBank Lepas Nvidia Rp97,5 T untuk Investasi OpenAI, Saham Tekno Asia Terguncang

SoftBank Lepas Nvidia Rp97,5 T untuk Investasi OpenAI, Saham Tekno Asia Terguncang

Saham SoftBank Group Corp. anjlok hingga 10% pada perdagangan Rabu (12/11/2025), setelah perusahaan asal Jepang itu mengumumkan telah menjual seluruh kepemilikannya di raksasa chip asal Amerika Serikat (AS), Nvidia Corp. Penjualan tersebut bernilai sekitar USD 5,83 miliar atau setara Rp97,49 triliun (kurs Rp16.723 per dolar AS).

Mengutip CNBC, dana hasil penjualan saham Nvidia itu akan digunakan untuk mendanai investasi SoftBank senilai USD 22,5 miliar (Rp376,23 triliun) di OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT yang kini menjadi pusat perhatian dunia teknologi.

β€œKami ingin menyediakan lebih banyak peluang investasi bagi para pemegang saham, sembari mempertahankan kekuatan finansial perusahaan,”
ujar Direktur Keuangan SoftBank, Yoshimitsu Goto, dalam presentasi kepada investor.


πŸ’° SoftBank Lepas Saham Nvidia dan T-Mobile

Dalam laporan keuangannya, SoftBank menyebut telah menjual 32,1 juta lembar saham Nvidia pada Oktober 2025. Selain itu, perusahaan juga memangkas sebagian kepemilikannya di T-Mobile, menghasilkan tambahan dana sebesar USD 9,17 miliar.

Keputusan SoftBank untuk melepas saham Nvidia ini cukup mengejutkan sebagian investor. Namun, bagi yang mengikuti strategi jangka panjang perusahaan, langkah ini dinilai sebagai strategi rotasi modal menuju sektor kecerdasan buatan (AI) yang tengah berkembang pesat.

Menurut Dan Ives, Kepala Riset Teknologi Global di Wedbush Securities, langkah SoftBank bukan sinyal negatif.

β€œIni merupakan sinyal bullish β€” SoftBank tengah menggandakan fokus investasinya di sektor AI, bukan menarik diri dari pasar teknologi,” ujarnya.


πŸ€– SoftBank Fokus ke AI dan OpenAI

Langkah SoftBank menjual saham Nvidia bukan berarti memutus hubungan bisnis dengan perusahaan chip tersebut. Melalui portofolionya, SoftBank masih terikat dengan Nvidia lewat Arm Holdings, perusahaan perancang chip asal Inggris yang dimiliki mayoritas oleh SoftBank.

β€œOpenAI kini menjadi inti dari portofolio kecerdasan buatan (GenAI) SoftBank, sementara Arm tetap menjadi tulang punggung pengembangan perangkat kerasnya,” jelas Rolf Bulk, analis riset ekuitas di New Street Research.

Arm sendiri merancang arsitektur chip yang menjadi fondasi bagi prosesor ponsel dan perangkat AI di seluruh dunia. Kolaborasi SoftBank, Arm, dan OpenAI diperkirakan akan memperkuat posisi Jepang dalam ekosistem teknologi global.


πŸ“‰ Saham Teknologi Asia Ikut Melemah

Koreksi saham SoftBank turut menekan sejumlah saham teknologi Asia.
Beberapa produsen peralatan semikonduktor seperti Advantest dan Tokyo Electron turun lebih dari 2%. Saham TSMC Taiwan melemah 0,34%, sedangkan SK Hynix Korea Selatan terkoreksi 1,62%.

Di bursa Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,26%, sementara indeks Kosdaq Korea Selatan naik 0,35%.
Indeks ASX 200 Australia menguat tipis 0,13%, dan Hang Seng Hong Kong naik ke 26.865 dari 26.696,41 pada perdagangan sebelumnya.


🌏 Pasar Asia Tetap Waspada

Para investor kini mencermati dampak strategi investasi baru SoftBank terhadap pergerakan saham sektor teknologi di kawasan Asia. Langkah perusahaan untuk melepas aset Nvidia dan memperbesar eksposur ke OpenAI dinilai bisa menjadi indikator arah investasi global ke sektor AI dalam jangka menengah.

Meskipun saham SoftBank tertekan dalam jangka pendek, analis meyakini langkah agresif menuju AI akan memperkuat posisi perusahaan sebagai pionir investasi teknologi generasi berikutnya.


πŸ” Ringkasan Utama:

  • Saham SoftBank turun hingga 10% di bursa Jepang.
  • Perusahaan menjual seluruh saham Nvidia senilai USD 5,83 miliar (Rp97,49 triliun).
  • Hasil penjualan digunakan untuk investasi USD 22,5 miliar (Rp376,23 triliun) ke OpenAI.
  • SoftBank juga menjual sebagian saham T-Mobile senilai USD 9,17 miliar.
  • Saham teknologi Asia melemah mengikuti koreksi SoftBank.Dikutip dari liputan6.com