Daerah

Gerak Cepat Pasca-Kebakaran KMP Batumandi, Jajaran Direksi PT Jasa Raharja dan PT Jasaraharja Putera Turun Langsung ke Pelabuhan Merak

Gerak Cepat Pasca-Kebakaran KMP Batumandi, Jajaran Direksi PT Jasa Raharja dan PT Jasaraharja Putera Turun Langsung ke Pelabuhan Merak

Banten – Menindaklanjuti insiden kebakaran yang menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di sekitar Pulau Merak Besar, Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10/2026) sore, PT Jasa Raharja (Persero) bersama anak perusahaannya, PT Jasaraharja Putera, bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Kunjungan ini dilakukan untuk memantau situasi secara langsung, mengawal proses penanganan, serta memastikan pendataan seluruh penumpang dan armada berjalan optimal.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memberikan perlindungan dan penanganan terbaik kepada masyarakat, jajaran pimpinan tertinggi lintas instansi turun langsung ke lapangan. Hadir di Pelabuhan Merak, diantaranya Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Gubernur Banten, Direktur Utama dan Direktur Operasional PT Jasa Raharja (Persero), Direktur Utama, Wakil Direktur Utama dan Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta Direktur Utama dan Direktur Pemasaran PT Jasaraharja Putera yang didampingi Claim Services Group Head, dan Branch Manager Serang untuk berkoordinasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

Selain memantau situasi dan koordinasi di Pelabuhan Merak, rombongan juga melakukan kunjungan langsung ke IHC RS Krakatau Medika, Cilegon. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung para korban insiden kebakaran KMP Batumandi yang sedang mendapatkan perawatan medis, sekaligus memberikan dukungan moril serta memastikan kepastian jaminan perlindungan asuransi bagi para korban.

Dari pihak pengelola penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi berhasil dievakuasi. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menegaskan bahwa keselamatan penumpang serta awak kapal menjadi prioritas utama perusahaan dalam penanganan insiden tersebut. “Hingga saat ini proses penanganan masih berlangsung oleh petugas gabungan dari unsur pelabuhan, Basarnas, dan kepolisian. ASDP mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ASDP terus berkoordinasi aktif dengan pihak terkait dan siap mendukung penuh proses pemeriksaan yang dilakukan pihak berwenang.

Menanggapi situasi tersebut, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang melalui penanganan evakuasi yang cepat dan terkoordinasi. “Kami turut menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami, fokus utama kami saat ini adalah mengutamakan keselamatan dan kelancaran proses evakuasi seluruh penumpang. Untuk itu, kami berkoordinasi sangat erat dengan PT Jasa Raharja (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Basarnas, Kepolisian, dan Otoritas Pelabuhan demi memastikan penanganan di lapangan berjalan sigap, tepat, dan terpadu. Kehadiran kami di Pelabuhan Merak serta RS Krakatau Medika adalah bentuk komitmen untuk mengawal langsung setiap proses penanganan dan memastikan para korban mendapat perhatian serta perlindungan terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Jasaraharja Putera, Imam Hendrawan, menjelaskan bahwa tim teknis klaim telah disiagakan di lokasi untuk berkolaborasi intensif dengan pihak ASDP dan instansi pelabuhan terkait. “Tim Claim Services kami langsung menerjunkan personel untuk mengumpulkan manifest penumpang, merekapitulasi data hasil evakuasi, serta berkoordinasi aktif dengan petugas di lapangan maupun pihak rumah sakit. Pendataan komprehensif sejak dini ini sangat krusial agar seluruh proses administrasi perlindungan asuransi bagi para penumpang KMP Batumandi terverifikasi dengan tepat dan siap ditindaklanjuti sesuai ketentuan polis yang berlaku,” ungkapnya.

PT Jasa Raharja (Persero) bersama PT Jasaraharja Putera dan ASDP terus melakukan pemantauan secara intensif di Pelabuhan Merak dan fasilitas kesehatan terkait hingga seluruh proses pendataan, verifikasi, dan penanganan pascainsiden ini rampung sepenuhnya.