Daerah

‎BAZNAS Majalengka Bangun Peternakan Modern Berbasis Zakat, Siapkan 225 Ekor Kambing‎‎

‎BAZNAS Majalengka Bangun Peternakan Modern Berbasis Zakat, Siapkan 225 Ekor Kambing‎‎

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengembangkan peternakan modern berbasis zakat melalui pembangunan Balai Ternak di Kampung Pasir Pogor, Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran.‎‎

Program ini dirancang untuk menggabungkan pengelolaan peternakan modern dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekaligus mendorong mustahik agar mampu mandiri secara finansial hingga menjadi muzaki.‎‎

Pembangunan Balai Ternak tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pada Kamis (8/10/2026). Diketahui bahwa Program ini merupakan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Majalengka dengan BAZNAS RI melalui skema pendanaan bersama.‎‎

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H Agus Asri Sabana mengatakan, program tersebut menyasar 15 peternak yang akan memperoleh dukungan fasilitas kandang dan bibit kambing untuk mengembangkan usaha peternakan secara produktif.‎‎

“Ini merupakan program kolaborasi dengan BAZNAS RI yang dananya sharing untuk pemberdayaan para peternak sebanyak 15 orang. Kita bikinkan kandangnya, kemudian kita sediakan juga bibit kambingnya,” ujar Agus.‎‎

Setiap peternak direncanakan mendapatkan rata-rata 15 ekor kambing, sehingga total pengadaan bibit ternak mencapai sekitar 225 ekor.

‎‎Balai Ternak tersebut dibangun dengan ukuran kandang 7 x 23 meter menggunakan model panggung modern. Fasilitasnya dirancang memiliki kapasitas sekitar 200 ekor ternak, dengan 80 sekat untuk domba jantan serta area koloni bagi ternak betina.‎‎

Untuk mendukung keberlanjutan operasional, BAZNAS juga menyiapkan lahan bank pakan seluas sekitar 2.000 hingga 3.000 meter persegi.‎‎ Pengelolaan peternakan akan menerapkan konsep integrated farming zero waste atau pertanian terpadu berbasis minim limbah.

Melalui konsep ini, aktivitas peternakan diharapkan dapat terintegrasi dengan sektor pertanian sehingga sumber daya yang tersedia bisa dimanfaatkan secara lebih optimal.

‎‎Menurut Agus, pengembangan Balai Ternak tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas dan bibit, tetapi juga mencakup pendampingan serta dukungan pemasaran hasil peternakan.‎‎

“Insyaallah Balai Ternak ini menjadi salah satu yang membantu BAZNAS untuk penyediaan hewan kurban, dam haji dan juga akikah sehingga nanti para petani lebih berdaya lagi,” katanya.

‎‎Keberadaan Balai Ternak juga diharapkan dapat memperkuat rantai pasok kebutuhan ternak untuk berbagai keperluan ibadah. Dengan dukungan pemasaran, hasil usaha para peternak diharapkan memiliki peluang pasar yang lebih luas.

‎‎Agus menegaskan, program tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS mengoptimalkan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi produktif. Para penerima manfaat diharapkan tidak terus bergantung pada bantuan, tetapi mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.‎‎

Melalui pengembangan peternakan modern berbasis zakat ini, BAZNAS Majalengka menargetkan terciptanya usaha peternakan yang berkelanjutan sekaligus membuka jalan bagi mustahik untuk meningkatkan kesejahteraan dan bertransformasi menjadi muzaki.