Daerah

Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Berkendara, Jasa Raharja Sintang Gelar Pelatihan PPGD di Putussibau

Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Berkendara, Jasa Raharja Sintang Gelar Pelatihan PPGD di Putussibau

Putussibau – Jasa Raharja Cabang Sintang terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat akibat kecelakaan lalu lintas. Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang digelar di SMKN 01 Putussibau, Senin (24/08/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu titik rawan kecelakaan ini merupakan kolaborasi Jasa Raharja Cabang Sintang bersama Satlantas Polres Sanggau dan Dinas Kesehatan. Pelatihan bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan sebelum mendapatkan penanganan medis.

Materi yang diberikan meliputi penilaian kondisi korban, penanganan luka dan pendarahan, patah tulang, resusitasi jantung paru (RJP), hingga teknik evakuasi korban secara aman. Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung yang didampingi oleh narasumber dan tenaga medis berpengalaman.

Kepala Cabang Sintang, Laurensius Ade Suyanto, melalui Penanggung Jawab Samsat Putussibau, Syarif Bastian, menyampaikan bahwa pelatihan PPGD merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja dalam mendukung keselamatan lalu lintas dan menekan dampak fatal akibat kecelakaan.
“Melalui pelatihan PPGD ini, kami berharap peserta memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat, sehingga dapat membantu menyelamatkan nyawa serta meminimalkan risiko cedera yang lebih parah,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterampilan pertolongan pertama penting dimiliki masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki risiko kecelakaan lalu lintas tinggi. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memberikan respons awal yang tepat sembari menunggu penanganan medis.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi Jasa Raharja bersama para pemangku kepentingan dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias dan diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh saat menghadapi kondisi darurat di lapangan.